the gunner

the gunner

Jumat, 26 September 2014

mikro skill teknik mengajar

DAFTAR ISI DAFTAR ISI 1 BAB 1 PENDAHULUAN 2 1.Latar belakang 2 2.Rumusan masalah 3 3. Landasan Teori 3 BAB 2 PEMBAHASAN 5 1.Guru 5 2.Mikro skill teknik mengajar 7 3.Teknik strategi pembelajaran 7 4. Empat Strategi Dasar dalam Proses Pelaksanaan Pembelajaran 8 5. Cara guru dalam menghadapi karakteristik siswa yang berbeda-beda 8 6. Cara guru untuk menghadapi modernisasi dalam dunia pendidikan 10 BAB 3 PENUTUP 11 1.Kesimpulan 12 2.Saran 12 DAFTAR PUSTAKA 13 BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam Proses pendidikan memiliki suatu tujuan dalam mengembangkan suatu mutu dalam sumber daya manusia yang berguna untuk mengembangkan pembangunan negeri kita ini. Hal yang mendukung dalam melakukan hal tersebut adalah dengan melakukan kegiatan belajar mengajar yang didukung dengan tenaga pengajar yang memiliki mutu dan kualitas yang tinggi. Posisi yang didapat sebagai guru merupakan posisi yang memerlukan profesionalitas yang menuntut guru dalam bekerja dengan keahlian dan kemampuan dalam mengelola kelas. Bimbingan seorang guru untuk siswa merupakan suatu hal yang sangat diperlukan bagi diri siswa karena suatu kesuksesan dalam diri siswa sebagian dari hasil bimbingan dari guru. Dalam perkembangannya dari waktu ke waktu kita mengetahui guru mengalami berbagai macam tantangan dalam berbagai macam bentuk dan keadaan. Kita mengetahui bahwa setiap sekolah, setiap kelas memiliki keberagaman dan perbedaan dalam karakteristik yang dimiliki setiap siswanya, dengan berbagai macam karakteristik yang ada pada siswa tersebut kita mengetahui guru tidak dapat asal dalam melakukan kegiatan belajar mengajar dalam suatu kelas, karena dengan keragaman karakteristik siswa tersebut kita mengetahui kapasitas, kemampuan, dan tingkah laku yang berbeda dalam diri mereka masing-masing sehingga guru tidaklah semata-mata dalam mengajar memilih suatu metode dalam kegiatan belajar mengajar sesuai kehendaknya, melainkan guru juga harus memperhatikan karakteristik siswa tersebut dan memahaminya. Setiap siswa memiliki suatu tingakatan daya serap, kemampuan belajar, dan kecerdasan yang berbeda-beda. Tidak hanya pada ukuran kognitif siswa yang memiliki suatu perbedaan melainkan juga pada afektif dan psikomotorik siswa juga berbeda-beda, sehingga perlu suatu pemikiran yang mendalam pada diri sang guru dalam langkah yang diambil dalam mengembangkan suatu bakat dan kecerdasan pada diri siswa yang berbeda-beda tersebut. Maka guru harus memahami metode apa yang cocok bagi karakteristik-karakteristik siswa yang beragam tersebut, dan bagaimana menyesuaikan alur pembelajaran yang cocok bagi siswa seperti itu. Dengan perkembangan zaman yang pesat ini, guru tidak bisa menggunakan metode pembelajaran yang monoton saja, akan tetapi dengan perkembangan zaman guru harus dapat memanfaatkan teknologi-teknologi yang terus berkembang untuk suatu kegiatan belajar mengajar yang mana dapat memicu suatu ketertarikan dan semangat dalam kegiatan belajar pembelajaran dalam diri siswa itu sendiri. Dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang guru dapat menggunakannya untuk mempermudah kegiatan belajar mengajar, dan membantu daya serap pada materi pembelajaran. 2. Rumusan masalah -Bagaimana cara guru dalam menghadapi karakteristik siswa yang berbeda-beda -Bagaimana kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran -Bagaimana cara guru untuk menghadapi modernisasi dalam dunia pendidikan 3. Landasan teori Modernisasi diartikan sebagai perubaha-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju pada suatu masyarakat yang modern. Modernisasi berkembang secara berlahan dari berbagai sisi dan bidang-bidang dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Soejono Sokanto (Soekanto, 2007) modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan sosial Planning. Sedangkan menurut Menurut Widodo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknlogi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomis dan politis. Modernisasi dalam dunia pendidikan mempengaruhi suatu jalannya pembelajaran dalam kelas, setiap terjadinya suatu modernisasi mengakibatkan pengaruh pada suatu karakteristik siswa sehingga membentuknya karakter tersendiri yang mempunyai pola perilaku tertentu. Dua hal yang harus dipahami guru dari peserta didiknya adalah kecakapan dan kepribadian. Guru tidak boleh menyamakan semua peserta didiknya. Masing-masing peserta didik memiliki keunikan yang berbeda-beda sekaligus kemampuan yang berbeda-beda. Ada peserta didik yang mudah paham dengan materi pembelajaran, adapula yang lambat dalam menerima pembelajaran. Setiap peserta didik memiliki kepribadiannya masing-masing. Guru hendaknya mengidentifikasi kepribadian tersebut agar dapat melakukan tindakan pendidikan yang mendorong kepada kepribadian yang sehat(Barnawi & Arifin, 2012). Dengan beragam karakteristik siswa tersebut guru harus memahami metode apa yang cocok agar suatu proses pembelajaran dikelas dapat dijalani siswa dengan baik. Metode pembelajaran adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsung pembelajaran (Sudjana, 2005:76). Menurut Winarno (Djamarah, 2002) pemilihan dan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: A. Anak didik Anak didik adalah manusia berpotensi yang menghajatkan pendidikan. Di sekolah, gurulah yang berkewajiban mendidiknya. Perbedaan individual anak didik pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pembelajaran mana yang sebaiknya guru ambil untuk menciptakan lingkungan belajar yang kreatif demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. B. Tujuan Tujuan adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar-mengajar. Tujuan dalam pendidikan dan pengajaran ada berbagai jenis, ada tujuan instruksional, tujuan kurikuler, tujuan institusional dan tujuan pendidikan nasional. Metode yang dipilih guru harus sejalan dengan taraf kemampuan anak didik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. C. Situasi Situasi kegiatan belajar mengajar yang guru ciptakan tidak selamanya sama dari hari ke hari.Guru harus memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi yang diciptakan itu. D. Fasilitas Fasilitas merupakan hal yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pembelajaran. Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah.Misalnya ketiadaan laboratorium untuk praktek IPA kurang mendukung penggunaan metode eksperimen. E. Guru Setiap guru mempunyai kepribadian yang berbeda. Latar pendidikan guru diakui mempengaruhi kompetensi. Kurangnya penguasaan terhadap berbagai jenis metode menjadi kendala dalam memilih dan menentukan metode. BAB II PEMBAHASAN 1. Guru Undang- undang (UU) No. 20/2003 tentang Sisdiknas ; UU No. 14/ 2005 tentang Guru dan Dosen; PP No. 74/ 2008 tentang guru, mendefinisikan guru sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Profesi guru dikukuhkan sebagai jabatan fungsional berdasarkan Keputusan Presiden No. 87/ 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS). dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16/ 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Pengertian jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang diduduki oleh PNS (Supriadi, 2012 : 29). Menurut Supriadi (2012 : 53- 55) adapun kompetensi guru sebagaimana diatur oleh peraturan perundang- undangan di Indonesia meliputi kompetensi pedagogik, kopetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi guru bersifat holistik, tidak bagian per bagian atau berdiri sendiri. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang- kurangnya meliputi : a. pemahaman wawasan atau landasan kependidikan; b. pemahaman terhadap peserta didik; c. pengembangan kurikulum atau silabus; d. perancangan pembelajaran; e. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; f. pemanfaatan tekhnologi pembelajaran; g. evaluasi hasil belajar; h. pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi kepribadian sekurang- kurangnya mencakup kepribadian yang : a. beriman dan bertaqwa; b. berakhlak mulia; c. arif dan bijaksana; d. demokratis; e. mantap; f. berwibawa; g. stabil; h. dewasa; i. jujur; j. sportif; k. menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; l. secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri; dan m. mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang sekurang- kurangnya meliputi kompetensi untuk : a. berkomunikasi lisan, tulis, dan isyarat secara santun; b. menggunakan tekhnologi komunikasi dan informasi secara fungsional; c. bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua, dam wali peserta didik; d. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku; dan e. menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan. Kompetensi professional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan dalam bidang ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni budaya yang diampunya yang sekurang- kurangnya meliputi penguasaan : a. materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan b. konsep dan metode disiplin keilmuan, tekhnologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan kelompok mata pelajaran yang akan diampu. 2. Mikro Skill Teknik Mengajar Menurut Rahmat (2009 : 103) tiga kemampuan dasar guru dalam melaksanakan pembelajaran 1. Didaktik, yakni kemampuan untuk menyampaikan sesuatu secara oral atau ceramah yang dibantu dengan buku teks, demonstrasi, tes, dan alat bantu tradisional lain. 2. Coaching, yaitu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih dan mempraktikan keterampilannya, mengamatisejauh mana siswa mampu mempraktikan keterampilan tersebut, serta segera memberikan umpan balik atas apa yang dilakukan siswa. 3. Socrafic atau mautic question, yaitu guru menggunakan pertanyaan pengarah untuk membantu siswa mengembangkan pandangan dan internalisasi terhadap materi yang dipelajari. 3. Tekhnik Strategi Pembelajaran Dalam kegiatan pembelajaran tidak semua siswa mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama. Daya serap siswa terhadap proses pembelajaran juga bermacam- macam ; ada yang cepat, ada yang sedang, dan ada yang lambat. Factor intelejesi mempengaruhi daya serap siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan guru. Cepat lambatnya penerimaan siswa menghendaki pemberian waktu yang bervariasi, sehingga penguasaan penuh dapat tercapai. Perbedaan daya serap siswa tersebut, memerlukan strategi pengajaran yang tepat. Tekhnik adalah salah satu jawabannnya. Untuk sekelompok siswa, mereka dengan mudah menyerap pelajaran jika menggunakan tekhnik Tanya jawab, tetapi untuk sekelompok siswa yang lain mereka lebih mudah menyerap pelajaran jika guru menggunakan tekhnik demonstrasi atau eksperimen, atau tekhnik- tekhnik lainnya. Karena itu, dalam kegiatan pembelajaran guru harus memiliki strategi agar siswa dapat melakukan proses belajar secara efektif dan efisien, mngena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu harus menguasai tekhnik mengajar. Dengan demikian, tekhnik mengajar adalah strategi pembelajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang dicita- citakan. 4. Empat Strategi Dasar dalam Proses Pelaksanaan Pembelajaran : 1. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian siswa sebagai mana yang diharapkan. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus trnsparan dan konkret, sehingga mudah dipahami oleh siswa. 2. Memilih system pendekatan pembelajaran berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. 3. Memilih dan menetapkan prosedur, tekhnik, dan tekhnik belajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Tekhnik atau tekhnik penyajian untuk memotivasi siswa agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannnya untuk memcahkan masalah., berbeda dengan cara atau tekhnik supaya siswa terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. oleh karena itu, guru dituntut memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai tekhnik atau mengombinasikan beberapa tekhnik yang relevan. 4. Menerapkan norma- norma atau kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran, sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya, setelah dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu strategi yang tidak dapat dipisahkan dengan strategi dasar yang lain. 5. Cara guru dalam menghadapi karakteristik siswa yang berbeda-beda Guru tidak boleh menyamakan semua peserta didiknya. Masing-masing peserta didik memiliki keuikan yang berbeda sekaligus kemampuan yang berbeda. Ada peserta didik yang mudah memahami materi pembelajaran, ada pula yang lambat dalam menerima pelajaran. Dibutuhkan kesabaran dan kemampuan guru dalam mencari solusi atas permasalahan tersebut. Pemahaman peserta didik merupakan salah satu kompetensi pedagogis yang harus dimiliki guru. Dua hal yang harus dipahami guru dari peserta didiknya untuk memahami karakteristik peserta didik adalah kecakapan dan kepribadian. Berkaitan denagn kecakapan, ada peserta didik yang cepat menerima dan lambat menerima pelajaran. Dari segi kepribadian, akan banyak ditemui kepribadian guru yang khas dan unik. Menghadapi peserta didik yang memiliki kecepatan belajar dan memiliki ciri-ciri kepribadian yang positif, guru mungkin tidak akan menghadapi masalah,. Namun, apa jadinya apabila guru menghadapi peserta didik yang lambat belajar dan memiliki kepribadian negative. Hal ini adalah persoalan yang harus dipecahkan guru melalui solusi yang baik. Pertama, guru lebih dulu mempelajari latar belakang sosio-psikologis peserta didiknya sehingga akan diketahui secara akurat mengapa peserta didik itu lambat belajar. Selanjutnya ia harus berusaha untuk menemukan solusinya dan menentukan tindakan apa yang paling mungkin bisa di lakukuan agar peserta didik tersebur dapat mengembangkan prilaku dan pribadinya secara optimal. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual,tetapi juga harus memperhatiakan perkembangan seluruh pribadi peserta didik, baik jasmani, rohani, social maupun lainnya yang sesuai dengan hakikat pendidikan. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan kehidupan sebagai insan dewasa. Dalam menghadapi karakteristik siswa yang berbeda-beda harus terjalin kerja sama yang baik antara guru dan siswa dalam kegiatan beajar-mengajar, di samping itu guru harus memberikan kesempatan, dan menciptakan suasana kelas yang bebas, untuk mendorong siswa menghadapi pembelajaran. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa ada tiga langkkah yang harus di tempuh : a. Mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik, memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya, kemampuan-kemampuannya, keunggulan dan kekurangany, hambatan yang di hadapi serta factor-faktor dominan yang mempengaruhinya. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan, kecepatan belajar, karakteristik dan problem-problem sendiri, yang berbeda dengan individu lainya. Perkembangan yan optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru, disesuaikan dengan kondisi tersebut. b. Memilihi cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual, guru harus mempunyai prinsip pengajaran yang efektif yaitu menggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi.dengan menggunakan metode dan media yang bervariasi, perbedaan-perbedaan individual dapat menjadikan pembelajaran yang baik dan menarik, karena terjadi pergantian kegiatan. Dalam pembelajara guru dapat mengadaakan variasi, antara metode yang lebih mengaktifkan siswa. c. Kegiatan pembimbingan. pemilihan dan peggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya, akan mengoptimalkan perkembangan siswa. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian doronga, bantuan, pengawasan, pengarahan, dan bimbinagn dari guru. Pembimbinagn ini diberikan padaa saat kegiatan pembelajaran, atau di luar kegiatan pembelajaran. 6. Cara guru untuk menghadapi modernisasi dalam dunia pendidikan Teknologi merupakan hasil kreasi dan inovasi manusia yang dapat mempermudah proses kehidupan manusia. Informasi adalah hasil pengolahan data yang dapat memberikan manfaat bagi manusia. Selain itu, teknologi informasi merupakan hasil kreasi dan inovasi manusia yang berkaitan dengan proses, penggunaan alat bantu, manifulasi, dan pengolahan data menjadi informasi yang bermanfaat. Menurut pendapat Robert Taylor (baranawi & Mohammad Arifin, 2012:176) peranan komputer dalam pendidikan dibagi menjadi tiga bagian yaitu, tutor, tool, tutee. Sebagai tutor, kompiter berperan sebagai pengajar melalui pendekatan pengajaran berbentuk komputer. Penggunaan komputer sebagai alat pembelajaran dikenal sebagai Computer Based Education (CBE). Sebagai tool, komputer sebagai alat untuk memudahkan proses pengajaran dan pembelajaran seperti konteks pengajaran yang berintegrasi pada komputer. Komputer juga digunakan untuk pengolahan data proses pemebelajaran, seperti pengolahan data nilai siswa, penjadwalan, beasiswa, dan sebagainya. Sebagai tutee komputer berperan sebagai alat yang diajarkan dan bisa melakukan tanya jawab atau dialog dengan komputer yang bisa disebut dengan Computer Assist Intruction (CAI). Saat ini, dengan adanya jaringan global bidang teknologi informasi, komputer juag bisa digunakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, antar daerah, antar pulau, bahkan antar benua dengan Metode Teleconference. Komputer juga memiliki kelebihan dibandingkan dengan manusia. Kelebihan ini dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan yang ada pada diri manusia. Kelebiahan yang dimaksud ialah: 1. Komputer mampu mengirim data dengan kecepatan tinggi dalam format apapun antar komputer dalam jaringan wilayah lokal, regional, maupun global. Saat ini setiap orang adapt mengirim data melalui email ketempat yang sangat jauh dalam hitungan detik. Bayangkan apabila mengirim data dengan cara diantar langsung pasti akan membutuhkan waktu yang sangat lama 2. Komputer tidak mengenal lelah meskipun telah bekerja berhari-hari. Komputer tidak seperti manusia yang merasakan lelah. Memang, kalau kamputer digunakan terlalu lama akan terjadi kenikan suhu pada mesinnya. Suhu yang terlalu tinggi akan merusak komputer. Akan tetapi, komputer memiliki sistem pendingin mesin yang menjaga komputer tetap aman dari kerusakan 3. Komputer tidak mengenal kata bosan 4. Tingkat kesalahan yang dilakukan komputer hampir sangat kecil 5. Sangat teliti. Misalkan, untuk menghitung angka sangat besar atau untuk melihat benda yang sangat kecil Dalam proses pembelajaran, guru dapat memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi sebagai media pembelajaran. Diantarany komputer dapat digunakan untuk: 1. Resentasi. Presentasi sudah lama dilakukan dalam proses pembelajaran, biasanya menggunakan OHP atau Chart. Sekarang zaman sudah semakin maju, presentasi sudah digunakan dengan menggunakan komputer atau laptop dan LCD proyektor. 2. Simulasi. Berguna untuk menggambarkan atau mengilustrasikan materi yang sedang dipelajari. Simulasi dapat diperjelas antara teori dan praktik. Progrm aplikasi yang bisa digunakan ialah Simulation Game, interactive Study Case. 3. Course management. Guru dapat menggunakan teknologi informasi untuk melakukan interksi, kooperasi, dan komunikasi untuk penyelenggaraan sebuah kelas dengan mata pelajaran tertentu. Dengan bantuan web, segala materi, tugas, dan PR dapat diunduh di web tertentu. 4. Virtual class. Proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan jarak jauh dengan memanfaatkan beberapa software yang dihubungkan melalui internet. 5. Computer based training (CBT). Konsep ini merupakn konsep yang mendorong peserta didik untuk mandiri. Dengan cara seperti ini, peserta didik dapat mencari sumber mata pelajaran yang ada di internet. Di dalam internet jumlah literatur sangatlah banyak bahkan melebihi jumlah literatur yang ada di perpustakaan. 6. Knowledge portal. Knowledge portal ini adalah sekumpulan alamat situs yang memiliki banyak referensi dari berbagai disiplin ilmu. Dalam hal ini, baik guru maupun peserta didik dapat memperluas dan memperdalam pengetahuan yang dimilikinya. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Bahwa dalam suatu kegiatan belajar mengajar guru perlu memperhatikan berbagai macam aspek yaitu berupa bagaimana guru dalam menghadapi karakteristik siswa yang berbeda-beda, bagaimana guru menerapkan strategi pembelajaran yang cocok bagi siswanya, dan bagaimana guru menghadapi modernisasi dalam dunia pendidikan. Dengan menguasai 3 aspek berikut maka dimungkinkan guru dapat memaksimalkan setiap kemampuan, keterampilan, dan kecerdasan yang dimiliki siswa-siswanya, guru dapat memahami setiap perilaku siswa yang setiapnya berbeda-beda, dan tidak hanya itu hal ini dapat menghindarkan ketertinggalan siswa dalam menjalani proses pembelajaran dengan siswa memiliki kemampuan yang diatasnya. 2. Saran Oleh karena itu guru harus mampu mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan kecerdasan yang dimiliki siswa-siswanya, agar dalam proses pembelajaran siswa tidak tertinggal, oleh sebab itu seorang guru haruS mampu menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan minat siswa. DAFTAR PUSTAKA Barnawi & Arifin, Mohammad. 2012. Etika & Profesi pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Rahmat, Abdul. 2009. Super teacher. Bandung: MQS Publishing Soekanto, Soerjono.2002. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta:Raja grafindo persada Sudjana, Nana. 1989. Cara belajar siswa aktif dalam belajar mengajar. Bandung:sinar baru Supriadi, Oding. 2012. Profesi Kependidikan. Yogyakarta: Laksbang pressindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar